Sejarah

TK dan SD Model Sleman merupakan sekolah negeri yang dibangun Pemerintah Kabupaten Sleman pada tahun 2008 yang ditetapkan dengan Keputusan Bupati Sleman Nomor 185/ Kep/ KDH/2008 tanggal 30 April 2008. Awal pembukaan sekolah memiliki 72 siswa yang terbagi dalam tiga rombongan belajar. Sebagai sekolah percontohan tentu saja TK dan SD Model telah dilengkapi dengan ruang yang direncanakan sebagai ruang perpustakaan. Tahun 2008 TK dan SD Model Sleman telah beroperasi dalam proses pembelajarannya tetapi belum memiliki kepala sekolah definitif. Hal tersebut berpengaruh pada kebijakan sekolah tentang pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar. Meskipun demikian kegiatan minat baca yang dikemas dalam jadwal reading tetap dilaksanakan oleh guru pengampu yang memiliki komitmen dalam meningkatkan kemampuan siswa melalui membaca. Pengadaan buku-buku dilakukan oleh tim penyelenggara TK dan SD Model Sleman, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman. Buku-buku perpustakaan masih sangat sedikit jumlahnya karena siswanya juga masih sedikit sehingga secara proporsional sudah mencukupi.

Tahun 2009 TK dan SD Model diampu oleh kepala sekolah definitif, maka mulai dilakukan penataan manajemen sekolah termasuk didalamnya penataan perpustakaan. Penataan pertama adalah pengangkatan pegawai tidak tetap petugas perpustakaan sejumlah satu orang. Ruang perpustakaan terletak di lantai dua gedung TK dan SD Model Sleman dengan luas kurang lebih 15 m2. Seiring bertambahnya jumlah siswa bertambah pula jumlah koleksi perpustakaan, maka sekolah menambah tenaga perpustakaan menjadi dua orang pada tahun 2012.

Perpustakaan TK dan SD Model sejak beroperasi belum menemukan nama yang tepat sehingga nama perpustakaan identic dengan nama sekolah. Tetapi pada tahun 2017 seiring dengan gencarnya pelaksanaan program gerakan literasi sekolah semakin intensif pula dalam mengelola perpustakaan, termasuk didalamnya pemilihan nama perpustakaan TK dan SD Model Sleman. Berdasar curah pendapat dari tim gerakan literasi sekolah maka disepakati bersama nama untuk perpustakaan TK dan SD Model Sleman dengan nama MUTIARA ILMU. Filosofi yang dapat dipetik dari nama tersebut adalah, setiap sudut sekolah merupakan tempat yang sarat dengan ilmu, ibaratnya mutiara yang berserakan di TK dan SD Model merupakan ilmu yang memperkaya peserta didik. Ilmu yang berserakan tersebut dihimpun dalam wadah sebagai jantungnya sekolah yaitu perpustakaan sekolah.

Secara berkala sekolah melakukan evaluasi terhadap eksistensi perpustakaan dalam memberikan daya dukung untuk pembelajaran. Berdasar hasil evaluasi dapat disimpulkan bahwa dari sisi lokasi, perpustakaan yang terletak di lantai atas kurang memberikan daya dukung pembelajaran karena seharusnya perpustakaan merupakan jantung sekolah yang lokasinya berada dipusat kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut maka sekolah akan melakukan pemindahan lokasi perpustakaan dari lantai atas ke lantai bawah tepat berada di tengah-tengah area pembelajaran. Adapun site plan perpustakaan yang disepakati dalam rapat dewan guru, rapat komite sekolah, dan rapat paguyuban kelas adalah sebagai berikut.

Keterangan: Gambar Site Plan

Berdasar site plan tersebut, perpustakaan MUTIARA ILMU TK dan Model Sleman akan menjadi perpustakaan yang representatif karena merupakan sumber belajar melalui berbagai media. Perpustakaan tersebut terbagi menjadi tiga ruang utama yaitu:

  1. Area pengolahan
  2. Area audio visual
  3. Area baca
  4. Perpustakaan out door
Bagikan