Peserta didik bermain di perpustakaan

Peserta didik bermain di perpustakaan

Peserta didik mengisi waktu luang pada jam istirahat untuk bermain di perpustakaan Mutiara Ilmu More »

Peserta didik bermain di perpustakaan

Peserta didik bermain di perpustakaan

Peserta didik mengisi waktu luang pada jam istirahat untuk bermain di perpustakaan Mutiara Ilmu More »

Petugas perpustakaan bercerita

Petugas perpustakaan bercerita

Petugas perpustakaan bercerita dengan materi dari buku yang ada di perpustakaan More »

Kerjasama dengan perpustakaan sekolah lain

Kerjasama dengan perpustakaan sekolah lain

Perpustakaan Mutiara Ilmu bekerjasama dengan perpustakaan di sekolah lain More »

Petugas perpustakaan melayani peminjaman di sekolah lain

Petugas perpustakaan melayani peminjaman di sekolah lain

Petugas perpustakaan melayani para peserta didik dari sekolah lain dalam rangka kerjasama dengan luar instansi More »

 

Category Archives: Uncategorized

Perpustakaan Mutiara Ilmu raih Nilai A

Dua perpustakaan sekolah tingkat SD di Kabupaten Sleman memperoleh nilai yang bagus setelah dilakukan proses akreditasi oleh assesor dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, yaitu Perpustakaan Mutiara Ilmu SD Model Ngemplak Sleman dan Perpustakaan Lentera 31 di SD Al Azhar Sleman. Hasil akreditasi nanti akan diumumkan oleh Perpusnas RI melalui Badan Perpustakaan dan Arsip (BPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta.

KepalaDinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, MM mengatakan akreditasi perpustakaan merupakan pernyataan sah dan legal yang menyatakan bahwa perpustakaan tersebut pengelolaannya sudah sesuai standar yang ditentukan oleh Perpusnas RI. “Jadi, ini kenapa menjadi penting harus dimiliki oleh semua perpustakaan agar bisa menjadi rujukan dan referensi, serta apa yang dilayankan oleh perpustakaan itu betul-betul sesuatu yang sudah legal dan sah sebagai sumber informasi,” tuturnya di sela-sela akreditasi Perpustakaan Sekolah Mutiara Ilmu SD Model Ngemplak, Kamis 30 Agustus 2018.

Ayu Laksmi menceritakan bahwa pengelolaan perpustakaan sekarang itu beda dengan yang dulu. “Dulu mungkin hanya terkesan menata buku, sekarang tidak. Harus menguasai IT, mempunyai pengetahuan yang luas sehingga dia bisa sebagai pusat layanan dan pusat rujukan atau referensi. Saat pemustaka datang, bisa menunjukkan apa yang dicari dan membantu solusi. Perpustakaan sekolah merupakan tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk pembelajaran, juga untuk hiburan karena di perpustakaan banyak sumbernya,” urainya.

“Begitu perpustakaan punya sertifikat akreditasi, bisa menjadi rujukan. Kayak orang menyopir harus punya SIM-nya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala TK dan SD Model Ngemplak Sleman, Yuliati Indarsih MPd mengatakan bahwa dengan akreditasi ini, harapannya bisa meningkatkan kualitas perpustakaan sesuai standar Perpustakaan Nasional. ”Jadi kritik dan saran saat kegiatan akreditasi ini bagi kami, itu adalah poin untuk mengingatkan kualitas perpustakaan menjadi lebih sempurna sesuai dengan standar nasional perpustakaan,” ucapnya.

“Alhamdulilah, meski belum sempurna, tapi itu cukup membanggakan kami bahwa perpustakaan yang kami selenggarakan selama ini tidak sia-sia dan mendapat apresiasi, serta penilaian yang apa adanya. Kualitas perpustakaan kami, patut untuk dibanggakan dan layak dimanfaatkan,” pungkasnya.

Proses akreditasi tersebut akan menambah jumlah perpustakaan di Kabupaten Sleman yang diakreditasi.(sumber : bernas.id)

Bedah Buku Kabupaten Sleman

Dalam rangka Hari Jadi ke-102 Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar acara Bedah Buku Kabupaten Sleman dalam Perjalanan Sejarah dan Roadshow  Minat Baca Kabupaten Sleman. Selain dihadiri Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, acara bedah buku ini banyak dihadiri para guru, pegiat literasi, pustakawan, dan komunitas buku di Museum Taman Wisata Candi Prambanan, Senin 14 Mei 2018.

Kepada Bernas.id, Ayu Laksmi Dewi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) menyebut acara bedah buku Kabupaten Sleman dalam Perjalanan Sejarah sangat tepat momennya dalam rangka memperingati Hari Jadi Sleman ke-102. “Saya kira amat sangat pas dan strategis dengan momen peringatan hari jadi karena ternyata kita punya buku mengenai sejarah Sleman yang diterbitkan oleh Pemda tahun 2002, tapi rasanya kok isi dari buku tersebut banyak yang belum tahu,” tuturnya.

Dikatakan Ayu, bedah buku ini juga menjadi momen pas untuk mengingatkan bahwa Sleman itu punya sejarah. “Sleman tidak berdiri dengan sendiri ada sampai hari ini. Ini yang perlu kita sosialisasi. Agar tidak salah, kita mengundang penulisnya salah duanya, yaitu Prof Timbul dan Pak Darto. Berharap, ada poin-poin inti yang di-share ke generasi muda,” jelasnya.

Lanjut Ayu, dengan Sleman yang betul-betul punya sejarah, bisa menjadi bekal dari sisi kearsipan untuk menjadi pijakan menapak ke depan sehingga Sleman tidak kehilangan  akar berpijak, meskipun kemasannya berbeda.

Terkait roadshow minat baca, Ayu tidak memungkiri  saat ini era digitalisasi. “Kita semua tahu bagaimana banyaknya pengguna internet di Indonesia, peningkatannya luar biasa. Ini kesempatan kita memberikan bekal supaya anak-anak bisa arif menggunakan media sosial. Potensi negatifnya juga ada. Bukan dilarang menggunakan gajet, tetapi bijaksanalah menggunakannya,” ujarnya.

Disampaikan Ayu, segala sesuatu itu diawali dari literasi yang paling sederhana, literasi baca tulis. “Tidak sekedar membaca dan menulis. Pada dasarnya, literasi itu adalah kemampuan untuk membaca, menelaah, dan menyaring informasi dan memanfaatkannya untuk hal-hal yang kreatif. Minat baca ada, tetapi masih perlu ditingkatkan,” imbuhnya.

Untuk itu, Ayu dengan instansi DPKD yang dipimpinnya menyediakan dan memberikan sentuhan teknologi di perpustakaan Sleman, bahkan sudah menyediakan e-book. “Sangat pas dengan visinya Sleman tahun 2021 menjadi Sleman Regency. Kandungan penting dari Smart Regency, masyarakat yang melek literasi. Masyarakat punya tingkat literasi yang memadai, Smart Regency mudah tercapai,” ucapnya.  (sumber : bernas.id)

Pertisipasi Perpustakaan Mutiara Ilmu Di Jambore Literasi

Guna menumbuhkan minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman menyelenggarakan jambore literasi. Kegiatan yang dipusatkan di Desa Wisata Pentingsari Kecamatan Cangkringan selama dua hari, Jumat-Sabtu (27-28/4/2018). SD Model Sleman berkesempatan untuk menjadi peserta dalam acara tersebut.
Dalam kegiatan tersebut akan berkumpul sekitar 150 penggiat literasi dari berbagai latar belakang. Selain berdiskusi tentang literasi, mereka juga diajak menikmati keindahan desa wisata.
“Upaya menumbuhkan minat baca harus menjadi gerakan nasional. Semua pihak diharapkan ikut mendukung. Termasuk keluarga yang merupakan unit terkecil,” ujar Kepala DPK Sleman AA Ayu Laksmidewi dalam jumpa pers di gazebo belajar rumah dinas Bupati Sleman, Kamis (26/4/2018). Sementara itu dalam rangka hari jadi Kabupaten Sleman, DPK juga akan menyelenggarakan bedah buku sejarah Sleman. Buku yang pertama kali diterbitkan tahun 2002 tersebut membuat tentang sejarah Kabupaten Sleman.
“Tidak semua warga tahu kalau kita memiliki buku sejarah. Bahkan tidak semua OPD juga memiliki buku itu. Bahkan kami cukup kesulitan ketika mencari masternya,” ungkap Ayu.
Bedah buku dan talkshow akan diselenggarakan tanggal 14 Mei di museum kompleks Candi Prambanan.
Sumber : http://www.krjogja.com/web/news/read/64514/DPK_Sleman_Gelar_Jambore_Literasi

SD Model Sleman Juara 1 Lomba Perpustakaan

Perpustakaan Mutiara Ilmu SD Model Sleman Juara 1 Lomba perpustakaan tingkat Kabupaten Sleman. Lomba diikuti oleh beberapa peserta yang berasal dari sekolah di wilayah Kabupaten Sleman. Final lomba perpustakaan bertempat di Rumah makan pringsewu, Prestasi itu diperoleh karena Perpustakaan Mutiara Ilmu, SD Model Sleman, meraih nilai tertinggi dalam penilaian yang dilakukan tim. Dengan lomba tersebut, diharapkan bisa membangun masyarakat literasi melalui gerakan yang menyeluruh, dengan harapan untuk pengentasan kemiskinan dengan melibatkan masyarakat. Serta menjadi penyemangat bagi perpustakaan Mutiara ilmu untuk semakin meningkatkan layanan di sekolah dan masyarakat pada umumnya

Kunjungan dari Singapore International Foundation

Pada Kamis 19 April 2018 SD Model Sleman Yogyakarta menerima kunjungan dari SIF (Singapore International Foundation). SIF adalah lembaga swasta / nirlaba yang bergerak di bidang pelatihan. SIF memberikan pelatihan di berbagai negara tetangga singapura. Untuk kali ini siswa-siswi SD Model Sleman Kelas 2 menerima pelatihan bahasa inggris untuk mendorong agar lebih menyukai baca dan menambah wawasan melalui gerakan literasi sekolah. Tim relawan dari singapura ini bekerjasama dengan BPAD Propinsi DIY (efendi)

Kunjungan tiap hari di perpustakaan sekolah

Hari ini adalah pengalaman baru bagi sebagian anak. Mereka dapat bermain sambil belajar di salah satu sarana pendidikan yang menyediakan banyak buku-buku.
Kunjungan ke perpustakaan merupakan program rutin sekolah. Program ini ditujukan untuk menanamkan kecintaan pada anak sejak dini akan buku dan ilmu pengetahuan. Selain itu kunjungan ke perpustakaan sebagai salah satu suport sekolah kepada pemerintah dalam menggalakkan program menuntaskan buta aksara.
Di perpustakaan anak-anak sangat senang sekali. Anak yang sudah bisa membaca langsung membuka dan membaca setiap kata yang tertulis dalam buku. Ada anak yang asyik membolak balik buku melihat-lihat gambar yang ada di buku yang sudah mereka ambil. Pengalaman ini merupakan sarana untuk menumbuhkan minat baca anak-anak sehingga mereka lebih cepat dalam belajar membaca tanpa ada paksaan.
Sekolah juga sagat mendukung orang tua yang mempunyai program kunjungan ke perpustakaan bersama putra dan putrinya dan orang tua yang bisa menyediakan perpustakaan mini di rumah sebagai sarana anak-anak dalam belajar.

Wisata Pustaka

Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar wisata pustaka dengan mengunjungi perpustakaan daerah.

“Membaca bagi anak-anak dahulu sangat digemari, namun berbeda dengan saat ini, anak-anak lebih senang bermain game baik lewat telepon genggam maupun Komputer. Kondisi ini mendorong semua pihak untuk kembali mengajak anak-anak gemar membaca bahkan berupaya membaca menjadi budaya bagi anak-anak,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kabupaten Sleman

Menurut beliau, melalui wisata pustaka diharapkan tumbuh kembali minat baca bagi anak-anak. “Kegiatan ini merupakan layanan untuk meningkatkan minat baca anak-anak khususnya, kepada murid SD yang jaraknya dengan Perpustakaan Daerah Sleman jauh, yakni SD Model Sleman,” katanya.

Ia mengatakan kegiatan ini untuk menarik minat anak-anak datang ke perpustakaan, karena perpustakaan merupakan jendela pengetahuan yang perlu ditumbuhkan sejak dini untuk memberikan bekal mereka agar bisa memilah milih dan menyortir informasi yang berguna sehingga secara bijaksana dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan.

Dalam wisata pustaka ini, anak-anak sebelumnya melihat-lihat buku dan membaca di perpustakaan kemudian diberi dongeng tentang legenda Bandung Bondowoso oleh petugas Perpustakaan Sleman.

Selanjutnya anak-anak diajak langsung ke lapangan dengan mengunjungi Candi Prambanan dan Candi Sewu sebagai sumber pustaka.

“Anak-anak SD Model Sleman sebelumnya pernah menjadi juara lomba yang diadakan Perpustakaan Sleman, sehingga untuk memberikan penghargaan bagi mereka diajak untuk kegiatan wisata pustaka,” katanya.

Kegiatan wisata pustaka ini diikuti oleh anak SD Model Sleman didampingi empat. guru pendamping. “Anak-anak tampak senang ketika sampai lokasi Candi Prambanan dan dengan antusias melihat-lihat Candi. Anak anak juga diajak berkeliling candi dengan kereta selanjutnya menuju Candi Sewu serta melihat audio Visual tentang Candi,” katanya.

Oleh para guru anak-anak juga diberi tugas untuk menulis tentang kegiatan yang dilakukan sehingga menumbuhkan rasa tanggung jawab bukan sekadar bermain dan berkeliling candi namun bisa menjadi pengalaman yang berharga untuk memahami dan mengerti salah satu peninggalan sejarah budaya bangsa Indonesia.

Bercerita di depan teman-teman sekolah

Bercerita dari buku kepada teman-teman sekolah